Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Produksi Jagung Tahun Ini Ditarget 5,3 Juta Ton, Jatim Ajukan Penambahan Kuota Pupuk Subsidi

Mus Purmadani • Kamis, 25 Januari 2024 | 14:10 WIB
NAIK: Luas tanam jagung di Jatim tahun ini ditarget mencapai 1.257.005 hektare.
NAIK: Luas tanam jagung di Jatim tahun ini ditarget mencapai 1.257.005 hektare.

SURABAYA – Produksi jagung Jawa Timur (Jatim) tahun ini ditarget naik dibandingkan tahun 2023. Luas tanamnya yang semula 1.201.289 hektare pada 2023, ditargetkan naik 1.257.005 hektare pada tahun 2024.

Pada tahun 2023, produksi jagung Jatim sebanyak 4,429 juta ton pipilan kering dengan kadar air 14 persen.

Angka ini turun 523,14 ribu ton pipilan kering dengan kadar air 14 persen atau 10,56 persen dibandingkan produksi jagung tahun 2022 sebanyak 4,95 juta ton pipilan kering dengan kadar air 14 persen.

"Produksinya (tahun ini) juga dinaikkan menjadi 5,3 juta ton pipilan kering (5.330.239) dengan kadar air 14 persen," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Rabu (24/1).

Menurutnya, untuk mencapai target ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim sudah mengajukan penambahan jatah pupuk subsidi bagi petani ke Kementerian Pertanian.

Diketahui, jatah pupuk subsidi tahun ini dikurangi hampir separuh. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, pengurangan alokasi pupuk subsidi ini terjadi sejak 2019.

Pada tahun tersebut, Jatim mendapatkan jatah 2.786.284 ton pupuk subsidi. Terdiri dari Urea, SP-36, ZA, NPK dan organik.

Dari alokasi 2019 ke tahun 2020 menjadi 2.349.959 ton, tahun 2021 menjadi 2.336.604 ton, tahun 2022 turun 1.969.642 ton, tahun 2023 kembali turun menjadi 1.626.055 ton dan tahun 2024 ini hanya 963.847 ton.

"Urea tahun lalu dari 1,2 juta ton jadi 574 ribu ton. NPK juga begitu, dari 621 ribu ton menjadi 389 ribu ton tahun ini," ungkap Rudy.

Sementara itu, pemerintah memperkirakan produksi jagung sepanjang Januari-Februari 2024 mencapai 2,2 juta ton.

Deputi Bidang Ekonomi Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono saat Rapat Koordinasi Pengendalian inflasi Daerah Tahun 2024 mengklaim jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional.

“Pada saat rapat koordinasi 11 Januari, kami bertanya kepada teman-teman Kementerian Pertanian bagaimana perkiraan produksi jagung di Januari-Februari 2024. Kami mendapat informasi bahwa perkiraan produksi untuk Januari-Februari total adalah 2,2 juta ton,” ujar Edy.

“Itu kalau ditambah dengan impor yang akan masih, itu cukup karena kebutuhan jagung nasional sekitar 1,1 atau maksimal 1,2 juta ton per bulan,” imbuhnya.

Meski begitu, Edy tidak menampik harga jagung terus mengalami kenaikan. Menurutnya, harga jagung di tingkat peternak sudah melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp 5.000 per kilogram. Saat ini, rata-rata nasional harga jagung pakan senilai Rp 7.970 per kilogram.

“Sampai saat ini harganya masih naik terus ya dan ini berakibat semakin banyak peternak yang mengafkir ayam karena mereka tak sanggup menahan kerugian karena kalau harga jagung sudah sampai Rp 8.000, itu titik impasnya bagi peternak adalah Rp 29.000 per kilogram harga telurnya. Harga tersebut harga di kandang, bukan di konsumen,” katanya.

“Kalau sekarang harga Rp 29.000 tapi itu di konsumen, harga di kandang Rp 22.000 sampai Rp 23.000, peternak ayam petelur merugi, biasanya untuk mengatasi kerugian itu ayamnya dijual lebih awal,” pungkasnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pupuk subsidi #jawa timur #produksi jagung