Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Stok Beras di Jatim Mampu Suplai Kawasan Indonesia Timur, Berapa Produksi Beras Petani?

Mus Purmadani • Senin, 22 Januari 2024 | 14:00 WIB
MENCUKUPI: Bulog mencatat stok beras di Jatim sekitar 200 ribu ton dan aman hingga setelah  pemilu.
MENCUKUPI: Bulog mencatat stok beras di Jatim sekitar 200 ribu ton dan aman hingga setelah pemilu.

SURABAYA - Stok beras Jawa Timur (Jatim) dipastikan aman hingga pemilu presiden mendatang.
Perum Bulog Kanwil Jatim mencatat stok beras Bulog Jatim sekitar 200 ribu ton.

“Bahkan stok ini masih bisa untuk menyuplai daerah di kawasan Indonesia Timur,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim Ermin Tora kepada Radar Surabaya, Minggu (21/1).

Ermin menuturkan, masyarakat tidak perlu khawatir. Ia menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau meskipun di pasaran ada sedikit kenaikan harga. Bulog melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini.

Dengan adanya penambahan pasokan beras dari Bulog maupun dari panen padi diharapkan dapat mengendalikan harga beras di pasaran.

“Kami yakin dengan penambahan pasokan beras secara rutin ke pasaran utamanya pasar-pasar tradisional dengan harga di bawah HET maupun secara insidentil melalui operasi pasar penjualan pangan secara langsung ke masyarakat di beberapa lokasi bekerja sama dengan Pemda setempat,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim. Produksi padi di Jatim tahun 2023 mengalami peningkatan dibanding tahun 2022.

Tahun 2023, produksi padi Jatim mencapai 9.591.418 ton gabah kering giling (GKG) dibandingkan 2022 yang sebesar 9.526.527 ton GKG.

Produksi padi 2023 ini setara dengan beras sebanyak 5,538 juta ton. Angka produksi padi 2023 ini lebih tinggi 64,9 ribu ton GKG dibandingkan angka produksi tahun 2022.

Meski demikian Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat pada bulan Desember 2023, komoditas beras masih mengalami inflasi yaitu sebesar 0,24 persen dengan andil sebesar 0,01 persen.

Inflasi Gabungan delapan kota untuk komoditas beras tahun kalender Desember 2023 mencapai 20,55 persen dengan andil sebesar 0,83 persen.

Komoditas beras memberi sumbangan terbesar terjadinya inflasi di seluruh kota IHK Jatim.
Inflasi tahunan tertinggi komoditas beras terjadi di Sumenep dengan nilai 25,51 persen dengan andil 1,38 persen.

BPS mencatat pergerakan harga beras selama tahun 2023 sebenarnya imbas kenaikan harga beras yang sudah mulai bergerak mulai pertengahan 2022.

Selama 2023 harga beras terus bergerak naik, sempat stabil dan bahkan sedikit turun saat terjadi puncak panen pada Maret 2023.

Namun setelah itu naik lagi hingga akhir tahun 2023 seiring dengan menurunnya produksi beras.
Puncak terjadinya Inflasi komoditas beras ialah bulan September 2023, setelah sebelumnya pada bulan Mei-Juli sempat deflasi. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#padi #stok beras #jatim #bulog