Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dampak El Nino Indonesia Defisit Beras, Ini Cara Mengatasinya

Nurista Purnamasari • Jumat, 19 Januari 2024 | 15:56 WIB
MENURUN: Dampak El Nino yang melanda membuat produksi pertanian terganggu.
MENURUN: Dampak El Nino yang melanda membuat produksi pertanian terganggu.

JAKARTA - Akibat dampak El Nino yang melanda, salah satu dampaknya membuat produksi beras yang masih terganggu di tahun ini.

Dampaknya, pada Januari hingga Februari 2024 Indonesia mengalami defisit persediaan beras nasional sekitar 2,8 juta ton.

Kebutuhan pemenuhan defisit cadangan beras tersebut akan dipenuhi melalui program impor beras.

"Dua bulan itu akibatnya El Nino, Januari-Febuari kita kekurangan sekitar 2,8 juta ton. Tapi kita akan cover dengan yang carry over 2023 dan importasi yang masuk di 2024," kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Kamis (18/1).

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), gap sekitar 2,8 juta ton beras dihitung berdasarkan angka kebutuhan beras rata-rata nasional sekitar 2,5 hingga 2,6 juta ton per bulan.

Dibandingkan dengan kemampuan produksi di awal Januari yang kurang dari 1 juta ton akibat dampak El Nino.

Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui impor sekitar total 2 juta ton beras yang didatangkan dari Vietnam dan Thailand.

"Syaratnya memang harga di tingkat petani tetap dijaga baik seperti hari ini. Jadi balance itu mudah-mudahan bisa di-cover," katanya.

Selain impor beras dari sejumlah produsen di Vietnam dan Thailand, Arief menyebut, Bapanas juga akan menindaklanjuti hasil lobi Presiden Jokowi kepada sejumlah kepala negara terkait tambahan impor beras, dalam sejumlah kesempatan pertemuan bilateral.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi memperoleh komitmen tambahan impor beras total 2 juta ton dari hasil lobi dengan Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin saat agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perayaan 50 tahun ASEAN – Jepang di Tokyo, Jepang, Minggu (17/12/2023).

Selain itu, Indonesia juga memperoleh komitmen tambahan 1 juta ton beras dari India melalui peran Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Kami melaporkan bahwa akan follow up beberapa yang sudah dengan Pak Presiden, tapi ada catatan masuknya kalau boleh sebelum panen raya sudah harus masuk," ujarnya.

Arief optimistis persediaan beras di tanah air akan mencukupi untuk kebutuhan di awal tahun ini melalui program importasi maupun cadangan beras yang diperoleh dari hasil panen nasional.

Sementara itu, Arief juga melaporkan hasil rapat terbatas dengan Presiden pada Kamis (18/1), bahwa seluruh otoritas terkait pangan di Indonesia harus memastikan stok beras mencukupi menjelang panen raya tahun ini.

"Sehingga harga di tingkat petani harus tetap dijaga, kemudian stok beras ini cukup sampai dengan nanti peak season. Itu saja poinnya," demikian Arief. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#beras #Bapanas #indonesia #el nino