Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Berkat Strategi Ini Stok dan Harga Pangan di Surabaya Terkendali

Hildan Sepka • Jumat, 19 Januari 2024 | 15:46 WIB
DIANTISIPASI: Pemkot Surabaya melalui TPID terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok.
DIANTISIPASI: Pemkot Surabaya melalui TPID terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok.

SURABAYA - Stok dan harga bahan pokok (bapok) di Kota Surabaya dipastikan aman dan terkendali.

Berbagai strategi juga disiapkan dan dilakukan untuk memastikan warga mendapatkan pasokan bahan pokok, sekaligus harganya tetap terkendali.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menyebut keadaan bapok aman dan mencukupi pada awal tahun ini. Sejumlah langkah strategis dilakukan untuk menjaga kondisi tersebut.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Diskopdag) Kota Surabaya Dewi Soeriyawati mengatakan, beberapa pasar di Kota Pahlawan tersedia warung TPID.

Fungsinya untuk mengontrol dan memantau harga. Sekaligus memastikan stok bahan pangan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Harga di pasar masih cukup stabil dan aman. Kami juga berkolaborasi dengan Bulog. Kami juga secara rutin menggelar operasi pasar untuk memastikan ketersediaan stok minyak, gula, maupun beras sehingga tidak ada harga yang berbeda,” ujarnya, Kamis (18/1).

Dewi mengaku, setiap pekan bersama TPID, pihaknya selalu melakukan koordinasi untuk pemantauan grafik harga dan ketersediaan bapok.

Jika dalam satu bulan, stok mulai menipis atau harga bapok terindikasi mengalami kenaikan, Pemkot Surabaya langsung bekerja sama dengan daerah surplus. Tujuannya menyuplai kebutuhan bapok di Kota Pahlawan.

“Jadi kami tahu posisi beras, gula, maupun sayuran dalam keadaan aman. Kami sudah perhitungkan semuanya karena setiap minggu kami selalu melihat grafiknya,” ucapnya.

Selain itu, pemkot rutin menggelar operasi pasar setiap dua kali dalam sepekan.
Layar monitor pemantauan harga masih dalam kondisi optimal. Artinya, HET pun terus di-update.

“Agar konsumen mengetahui harga bapok lewat layar monitor sehingga mereka tidak dibohongi oleh pedagang,” terang Dewi.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti menuturkan, setiap bulan, pihaknya rutin melakukan survei.

Tujuannya melihat ketersediaan bapok baik di pasar hingga di distributor melalui Dinkopumdag Surabaya dan Bulog. Pihaknya sudah memiliki dasar kebutuhan untuk se-Surabaya.

“Perhitungannya sudah ada, kebutuhan dan datanya. Kami sudah membreakdown beras itu kebutuhannya berapa, cabai, bawang putih dan merah, dan sebagainya sehingga sampai saat ini dalam kondisi aman,” kata Antiek.

Hingga saat ini, Antiek mengaku bahwa pemkot masih dalam posisi grade 1.
Itu artinya, ketersediaan dan kebutuhan bapok relatif aman. Bahkan, katanya, masih ada kelebihan.

“Tapi kami selalu di atas, mencapai 1,3 bisa 1,4 dan bervariasi. Artinya ketersediaan cukup untuk kebutuhan satu kota dalam satu bulan dan masih ada kelebihan. Jadi kebutuhan bapok di awal tahun aman,” tegasnya.

Dia menerangkan, hasil pemantauan dan pendataan tersebut, harga cabai, bawang merah, dan bawang putih mengalami penurunan.

Saat ini, pihaknya tengah mengantisipasi harga tomat. Selain itu, mencium indikasi kenaikan harga pada telur dan daging ayam.

“Tapi kecil, jadi tidak terlalu signifikan, jadi kami melihat bahwa trendnya (kenaikan) tidak hanya di Surabaya, ini hampir di seluruh kabupaten/kota,” paparnya.

“Kami bersama TPID rutin melakukan pengawasan sehingga ketika ada indikasi akan ada kenaikan bapok, kami mencari distributor daerah asal, agar bisa menyuplai di Surabaya,” imbuhnya.

Antiek mengaku bahwa pemkot telah mengantisipasi hal tersebut hingga menjelang puasa dan lebaran. Pihaknya, rutin menggelar pasar murah.

Rencananya akan menggandeng Gerakan Pangan Murah (GPM) di setiap kecamatan.

“Ada pula program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar) untuk memastikan ketersediaan beras lewat operasi pasar. Itu dilakukan untuk stabilitas harga pangan dan bisa melalui warung TPID,” imbuhnya. (hil/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pangan #tpid #bahan pokok #pemkot surabaya