Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Inilah Sayuran yang Harganya Naik Akibat Musim Hujan

Rahmat Sudrajat • Selasa, 16 Januari 2024 | 14:10 WIB
MUSIMAN: Komoditas sayur mayur mengalami lonjakan harga akibat musim hujan.
MUSIMAN: Komoditas sayur mayur mengalami lonjakan harga akibat musim hujan.

SURABAYA – Di berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim) memang sedang memasuki musim hujan.

Hal tersebut turut mempengaruhi produksi sayuran di beberapa sentra produksi sayuran di Jatim.

Hampir dua pekan, setelah tahun baru harga sayur mayur di pasar tradisional di Surabaya mengalami kenaikan.

Kenaikan harga sayur tersebut mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu per kilogramnya.

Kenaikan harga sayur dipicu akibat hujan di daerah penghasil sayuran. Jenis sayuran yang mengalami kenaikan harga yakni, tomat, kentang dan jenis sawi-sawian.

Seperti di Pasar Keputran, harga tomat bisa mencapai harga Rp 25 ribu per kilogram (kg) yang sebelumnya hanya Rp 13-15 ribu per kg. Kenaikannya mencapai Rp 10 ribu.

Sedangkan kentang sebelumnya hanya Rp 15 ribu kini naik menjadi Rp 19 ribu per kg.

Menurut salah satu pedagang, Sahirol, selama dua minggu ini harga sayuran mengalami kenaikan yang disebabkan banyaknya produksi di daerah asal yang mengalami gagal panen akibat hujan. Sehingga harga mengalami kenaikan yang signifikan.

"Karena persediaan yang terbatas dari daerah asal penghasil jadi pengiriman jadi tersendat dan mengalami kenaikan," ujar Sahirol kepada Radar Surabaya, Senin (15/1).

Ia mendapatkan pasokan tersebut dari daerah Malang, Lumajang dan Lamongan. Tak hanya itu, sawi putih juga mengalami kenaikan.

"Sebelumnya harga sawi putih Rp 8 ribu sekarang jadi Rp 11 ribu. Sawi daging yang sebelumnya Rp 1.000 jadi Rp 2.000 per ikatannya," terangnya.

Sedangkan untuk harga cabai dan bawang merah mengalami penurunan. Karena tidak terdampak.

"Bawang merah stabil harganya, malah turun harga, dari Rp 35 ribu per kg kini Rp 25 ribu. Cabai rawit dari harga Rp 80 ribu kini jadi Rp 35 ribu per kg," ungkapnya.

Sementara itu, kenaikan harga sayuran dirasakan oleh pembeli, yang biasanya membeli banyak, saat ini membeli sedikit.

"Ya tetap beli kan itu kebutuhan juga, tapi belinya dikurangi biar cukup duitnya sama kebutuhan lain," ujar Sari. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#musim hujan #surabaya #harga sayur