SURABAYA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur mencatat produksi jagung di Jawa Timur (Jatim) selama 2023 mengalami peningkatan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Dydik Rudy Prasetya mengatakan, produksi jagung tersebut juga melampaui target.
Menurutnya, sasaran luas panen jagung Jatim pada 2023 ditargetkan seluas 1,2 juta hektare dengan sasaran produksi minimal 6,8 juta ton.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2022, produksi jagung Jatim mencapai 7,385 juta ton jagung pipilan kering.
Sedangkan produksi jagung selama 2023 mencapai 10.421.272 ton jagung pipilan kering dengan luas panen 755.071 hektare. "Produksi tahun 2023 mencapai 10,4 juta ton," ujarnya, Minggu (14/1).
Rudy menambahkan, kebutuhan jagung di Jatim sepanjang 2023 masih cukup tinggi, terutama untuk pakan ternak. Secara total, kebutuhannya mencapai 4,152 juta ton.
"Sedangkan untuk konsumsi sekitar 89 ribu ton. Artinya kebutuhan terbesar adalah untuk pakan ternak," jelasnya.
Sementara itu, pemerintah pusat kembali melakukan impor sejumlah komoditas pangan. Salah satunya jagung.
Pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk mendatangkan jagung untuk peternak sebanyak 500 ribu ton pada awal 2024.
Sebanyak 250 ribu ton impor jagung sudah masuk ke Indonesia dan sisanya akan tiba dalam waktu dekat. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari