SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 4 menargetkan tingkat produktivitas lahan tebu bisa mencapai 100 ton per hektare di tahun ini.
"Pada komoditas tebu, perseroan akan menjalankan program produktivitas 8 ton gula per hektare (P8T). Pada program itu, Regional 4 nantinya akan fokus pada pencapaian produktivitas tebu menjadi 100 ton per hektare," kata Region Head PTPN I Regional 4 Subagiyo, dalam keterangan resminya.
Regional 4 PTPN I sendiri merupakan gabungan dari dua perusahaan dengan entitas sebelumnya adalah PTPN X dan PTPN XI.
Regional 4 berada di Surabaya, Jawa Timur dan bagian dari PTPN I, yang merupakan Sub Holding dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero).
Subagiyo menjelaskan, P8T ini akan dijalankan oleh Regional 4 pada lahan tebu seluas 12.150 hektare atau 89,7 persen dari total luasan lahan tebu P8T yang dikelola PTPN I Regional 4 dan Regional 5.
Melalui program P8T ini Regional 4 akan berperan aktif dalam upaya mewujudkan swasembada gula nasional.
"Berdasarkan proyeksi perhitungan, program P8T yang dijalankan ini akan menghasilkan produksi tebu sejumlah 1.039.166 ton tebu," katanya.
Menurutnya, beberapa strategi dilakukan untuk menyukseskan pencapaian 100 ton per hektare, yaitu penambahan pupuk pada 5.013 hektare lahan tebu, perbaikan drainase, hingga kualitas pengairan yang ditingkatkan. Ia menambahkan, selain pada tanam tebu,
Regional 4 juga berfokus pada strategi pencapaian produksi dengan pengawalan tebang. Tebu akan ditebang dengan tingkat kemasakan yang optimal, yaitu pada umur 11-12 bulan.
"Kami optimis bahwa nantinya dengan perbaikan pengelolaan tebu di 2024 ini, angka-angka produksi yang kami targetkan bisa tercapai. Sejumlah 1,04 Juta ton tebu yang diproyeksikan ini akan digilingkan pada pabrik gula di bawah Holding Perkebunan Nusantara," pungkasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari