Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Inflasi Tahunan Jatim Capai 2,92 Persen, Beras Jadi Biang Keroknya

Mus Purmadani • Rabu, 3 Januari 2024 | 01:54 WIB
HARGA BELUM TURUN: Kenaikan harga komoditas beras mencapai 20,55 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,83 persen.
HARGA BELUM TURUN: Kenaikan harga komoditas beras mencapai 20,55 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,83 persen.

SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat pada Desember 2023, inflasi gabungan (month-to-month/mtm) delapan kota di Jawa Timur (Jatim) sebesar 0,29 persen, lebih rendah dibanding inflasi bulan sebelumnya (November 2023) yang sebesar 0,31 persen.

Inflasi ini juga lebih rendah dibanding inflasi bulan yang sama tahun sebelumnya (Desember 2022) yang sebesar 0,60 persen.

Inflasi gabungan delapan kota IHK Jatim bulan Desember 2023 baik menurut tahun kalender (year to date/ytd) maupun tahunan (year-on-year/yoy) adalah sebesar 2,92 persen. Sedikit lebih rendah jika dibanding dengan target yang dicanangkan Bank Indonesia yaitu berkisar 3,0±1 persen.

"Sedangkan jika dilihat per kota, maka Sumenep merupakan kota dengan inflasi tahunan tertinggi yang mencapai 5,08 persen disusul Surabaya dengan inflasi 3,03 persen, dan yang terendah ialah Banyuwangi dengan angka inflasi sebesar 2,15 persen," kata Ketua BPS Jatim Zulkipli, Selasa (2/1).

Penyumbang utama inflasi menurut kelompok pengeluaran pada inflasi bulan Desember 2023 baik pada inflasi bulanan (mtm), inflasi tahun kalender (ytd), maupun inflasi tahunan (yoy) adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Menurutnya, tiga komoditas utama penyumbang inflasi bulan Desember 2023 (yoy) untuk komoditas bahan makanan yaitu beras, cabai rawit dan cabai merah.

"Pada bulan Desember 2023, komoditas beras masih mengalami inflasi yaitu sebesar 0,24 persen dengan andil sebesar 0,01 persen," katanya.

Inflasi Gabungan delapan kota untuk komoditas beras tahun kalender Desember 2023 mencapai 20,55 persen dengan andil sebesar 0,83 persen. Komoditas beras memberi sumbangan terbesar terjadinya inflasi di seluruh kota IHK Jawa Timur. "Inflasi tahunan tertinggi komoditas beras terjadi di Sumenep dengan nilai 25,51 persen dengan andil 1,38 persen," jelasnya.

Zulkipli mengatakan pergerakan harga beras selama tahun 2023 sebenarnya imbas kenaikan harga beras yang sudah mulai bergerak mulai pertengahan 2022. Selama 2023 harga beras terus bergerak naik, sempat stabil dan bahkan sedikit turun saat terjadi puncak panen pada Maret 2023, namun setelah itu naik lagi hingga akhir tahun 2023 seiring dengan menurunnya produksi beras.

"Puncak terjadinya inflasi komoditas beras ialah bulan September 2023, setelah sebelumnya pada bulan Mei-Juli sempat deflasi," katanya.

Zulkipli menambahkan, harga cabai merah selama tahun 2023, mulai awal Januari - Oktober 2023 relatif stabil, berkisar Rp 33.000 – Rp 35.000 per kg. Namun di akhir tahun harga komoditas ini naik sangat signifikan sehingga mendorong terjadinya inflasi di bulan November dan Desember 2023.

"Cabai merah juga salah satu komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi di seluruh kota IHK Jawa Timur, andil terbesar ada di Sumenep yang mencapai 0,38 persen selama 2023,," terangnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#jatim #inflasi #harga beras #surabaya