SURABAYA - Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) penjual oleh-oleh khas Surabaya banyak diburu oleh pembeli.
Setiap hari ratusan hingga ribuan pembeli asal luar kota berdatangan berburu oleh-oleh.
Mereka yang sedang menikmati libur Nataru berbelanja oleh-oleh untuk dibawa pulang ke daerahnya.
Seperti salah satu toko di kawasan Genteng yang terpantau ramai. Berbagai jajanan untuk oleh-oleh seperti terung tripang, lapis kukus, hingga almon crispy banyak diburu pembeli dari luar kota.
Menurut manager toko oleh-oleh, Prapto selama libur Nataru banyak pembeli dari luar kota yang membeli oleh-oleh di tokonya. Bahkan orderan oleh-oleh banyak didapat dari Jakarta, Makassar hingga Papua.
"Ya meningkat dibandingkan tahun lalu. Peningkatannya mencapai 35 persen," ujar Prapto.
Hampir setiap hari tokonya tak pernah sepi pembeli. Bahkan setiap hari omzetnya mencapai puluhan juta.
"Ya karena sudah tidak ada Covid-19 banyak wisatawan yang berkunjung ke Surabaya lalu mampir untuk beli oleh-oleh sebelum pulang ke daerah," ujar Prapto.
Harga oleh-oleh di toko tersebut bervariasi, mulai Rp 12 ribu hingga Rp 100 ribu, tergantung dari jenis dan kualitasnya. Saking banyaknya yang dibeli, terkadang pembeli meminta untuk dikirim ke tujuan.
"Kadang kalau nggak bisa bawa karena terlalu banyak, mereka (pembeli, Red) kadang minta dikirim langsung," terangnya.
Ia berharap sampai tahun baru selesai, pembeli bisa ramai seperti saat liburan Nataru. "Harapnnya sampai tahu baru selesai masih berlanjut pembeli seperti saat ini," harapnya.
Salah satu pembeli, Dharma mengaku membeli oleh-oleh merupakan wajib setelah berkunjung ke salah satu tempat. Ia sudah empat hari berada di Surabaya. "Kalau mampir ke kota orang wajib beli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke rumah," tutur pria asal Bandung.
Ia terlihat membeli beberapa oleh-oleh yang menurutnya jarang ditemui di tempat lain. Rencananya sampai akhir tahun ia akan menghabiskan liburan Nataru di Surabaya.
"Di Surabaya oleh-olehnya variasi jadi banyak yang bisa dibeli," jelasnya.
Sementara itu, salah satu pemilik toko oleh-oleh di kawasan Dharmahusada, Surabaya, juga mengalami peningkatan penjualan selama Nataru.
"Ya meningkat lebih dari 40 persen. Setiap hari hampir seribu pengunjung berbelanja oleh-oleh untuk dibawa pulang ke daerah atau untuk cinderamata," ujar pemilik pusat oleh-oleh, Iellany Siswandi. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari