Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pertahankan Perekonomian, Pemerintah Siapkan Tiga Mesin Ekonomi, Apa Saja?

Nurista Purnamasari • Sabtu, 23 Desember 2023 | 01:50 WIB
GALI POTENSI PASAR: Membuka market perdagangan yang lebih luas menjadi salah satu upaya pemerintah mempertahankan perekonomian.
GALI POTENSI PASAR: Membuka market perdagangan yang lebih luas menjadi salah satu upaya pemerintah mempertahankan perekonomian.

JAKARTA - Untuk mempertahankan ketangguhan ekonomi Indonesia pada 2024 mendatang, pemerintah mempersiapkan tiga mesin ekonomi yang perlu dimaksimalkan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tiga mesin ekonomi tersebut yang pertama yakni perlunya merevitalisasi mesin ekonomi konvensional seperti memperbesar investasi baru serta meningkatkan ekspor.

Untuk itu, pemerintah segera membuka pasar lebih luas dengan segera menyelesaikan perundingan dagangan European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA) dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

“Untuk itu pemerintah segera membuka pasar yang lebih luas, di antaranya melalui penyelesaian perundingan dagang investasi EU-CEPA, CPTPP, kita juga menyasar pasar Amerika Latin, serta segera menjadi bagian dalam OECD,” kata Menko Airlangga dalam Seminar Nasional Perekonomian Outlook Indonesia di Jakarta dikutip dari Antara, Jumat (22/12).

Kedua, Airlangga menjelaskan bahwa saat ini perlu memaksimalkan mesin ekonomi baru yang berfungsi sebagai akselerator pertumbuhan digital di masa depan.

Hal tersebut mencangkup penerapan digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam berbagai sektor ekonomi seperti pertanian, manufaktur, kesehatan dan transportasi.

Ia memberikan contoh industri semikonduktor yang ke depan akan menjadi fokus Indonesia. Hal itu mengingat saat ini kebutuhan akan semikondutor untuk berbagai industri teknologi di dunia tengah meningkat.

“Indonesia perlu masuk dalam rantai nilai semikonduktor global. Indonesia menjadi salah satu negara yang terpilih dan dipromosikan untuk masuk dalam ekosistem downstreaming semikonduktor,” jelasnya.

“Kita sudah memulai kerja sama dengan pemerintah dan perusahan dari AS, Taiwan, Jepang dan Korea dalam pengembangan SDM, manufaktur serta R&D,” imbuhnya.

Selain itu, ekonomi baru baru juga dapat dimaksimalkan dalam sektor ekonomi hijau dan energi baru terbarukan (EBT). Dalam hal transisi energi untuk mencapai emisi nol bersih (NZE), Indonesia telah menjalin berbagai kerja sama termasuk 24 nota kesepahaman terkait EBT.

Ketiga, Airlangga menyebutkan adanya mesin ekonomi pancasila, yaitu mesin ekonomi yang berkeadilan. Mesin ekonomi tersebut akan menjaga kesinambungan sosial ekonomi yang pada akhirnya dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Menurut dia, partisipasi masyarakat luas akan dicapai apabila semua penduduk sehat, berpendidikan, mendapatkan pekerjaan yang layak.

Hal itu dapat dicapai melalui penyempurnaan program penghapusan kemiskinan, pemberian bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat kelas menengah bawah dan usaha kecil menengah perlu dilanjutkan sehingga dapat tepat sasaran.

“Kami percaya jika ketiga mesin ini berjalan dengan optimal maka kapal merah putih Indonesia, akan mampu terus berlayar membawa kita menjadi negara yang sejahtera sebagaimana yang kita cita-citakan bersama,” pungkasnya. (ant/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#mesin ekonomi #perekonomian #pemerintah