SURABAYA - Orang Tua (OT) Group terus memperkuat ekspansi bisnisnya. Yang terbaru perusahaan yang memproduksi aneka makanan ringan ini mengoperasikan pabriknya yang baru di Jombang, Jawa Timur (Jatim).
Pengoperasian ini akan memperkuat posisi OT Group dalam market makanan ringan di Indonesia.
Head of Corporate and Marketing Communication OT Group Harianus Zebua mengatakan, saat ini pihaknya menguasai market share 30 persen di Indonesia. Tahun ini diharapkan ada pertumbuhan sekitar 3-4 persen karena kondisi ekonomi lagi melambat pertumbuhannya.
“Namun khusus untuk momen tertentu seperti Natal dan tahun baru, lebaran biasanya pertumbuhanya bisa double digit,” kata Harianus saat penyerahan sertifikat Rekor MURI produk Wafer Tango dengan lapisan terbanyak di Indonesia, Rabu (20/12).
Dikatakan Harianus, pabriknya yang ada di Jombang merupakan pabrik ke lima OT Group. Empat pabrik lainnya ada di Surabaya, Pandaan dan Jakarta.
Pabrik yang di Jombang merupakan yang terluas lahannya, yakni 20 hektare dan mulai beroperasi pada tahun 2021.
Dia yakin pabriknya yang di Jombang akan semakin memperkuat posisi OT Group di jaringan market modern produk makanan ringan di Indonesia.
Pabrik ini juga berkontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi di Jatim khususnya di Jombang. Karena 60 persen lebih tenaga kerjanya warga lokal, Jombang.
“Sekarang memang belum full operasional. Tenaga kerjanya masih 600-an orang. Tapi pengembangan terus kami lakukan. Kkalau sudah full capacity tenaga kerjanya akan lebih dari 1.000 orang,” tambahnya.
Soal kapasitas produksi, Christopher Harlim, Marketing Director OT Group menambahkan, secara nasional kapasitas produksi Wafer Tango OT Group sebanyak 1 juta karton setiap tahun.
Kontribusi pabrik di Jombang sekitar 20 persen. Ke depan akan terus ditingkatkan dengan memperbesar kapasitas produksinya.
Apalagi pabrik yang di Jombang memiliki area paling luas, sehingga pengembangan akan terus dilakukan ke depan.
Saat ini, pabrik ini memproduksi beberapa produk seperti wafer, biskuit, cookies dan juga snack. Ke depan juga akan memproduksi produk personal care.
“Kita lihat dinamika market-nya. Tapi dengan luas area 20 hektare kami serius untuk menjangkau dan mempertahankan dominasi market di Indonesia. Sekarang utilitas masih 70 persen,” ungkapnya.
Terkait rekor MURI, Sri Widayati perwakilan dari MURI mengatakan, rekor MURI diberikan untuk mengapresiasi segala karsa dan karya putra putri Indonesia. Juga menjadi sarana pencatat sejarah profesionalisme bagi generasi penerus.
Saat ini sudah ada 11 ribu rekor MURI yang memberikan inspirasi dan menggugah semangat putra putri Indoensia untuk terus menunjukan karsa dan karya terbaiknya di Indonesia.
OT Group sebelumnya juga sudah menerima rekor MURI untuk produk Wafer Fulo sebagai wafer stick terpajang di Indonesia yakni 40 cm dengan bobot 40 gram.
“Sekarang OT Group kembali membuat karsa dan karya spektakuler, Wafer Tango dengan lapisan terbanyak, yakni 249 lapisan. Terdiri 125 sheet wafer dan 124 sheet cream. Kami dari MURI sangat mengapresasi. Hari ini kami umumkan dan kami sahkan resmi tercatat di rekor MURI yang 11.479. Semoga membawa manfaat,” pungkas Sri Widayati. (fix/nur)
Editor : Nurista Purnamasari