Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Industri Manufaktur Jatim Bakal Melesat, Pemprov Dukung lewat BRIDA

Mus Purmadani • Rabu, 20 Desember 2023 | 14:15 WIB
TRANSFORMASI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa secara resmi me-launching BRIDA Jatim didampingi oleh Sekda Prov Jatim Adhy Karyono (kiri) dan Kepala BRIDA Jatim Andriyanto (kanan).
TRANSFORMASI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa secara resmi me-launching BRIDA Jatim didampingi oleh Sekda Prov Jatim Adhy Karyono (kiri) dan Kepala BRIDA Jatim Andriyanto (kanan).

SURABAYA– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan, industri manufakturJawa Timur (Jatim) berhasil berkontribusi sebesar 31,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2022. Yang mana melebihi target nasional pada tahun 2045yaitu 30 persen.

Diprediksi pada Mei 2024 mendatang, industri manufaktur Jatim bisa berkontribusi terhadap perekomian mencapai 35 persen.

Oleh sebab itu, Badan Riset dan Inovasi Daerah(BRIDA) Jatim yang sebelumnya bernama Badan Penelitian dan Pengembangan(Balitbang) Jatim diharapkan bisa memberseiringi capaian sukses tersebut denganikut membangun kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jatim.

"Itulah mengapa,sinergitas dengan berbagai perguruan tinggi harus dikuatkan. Capaian industri manufakturini harus diberseiringi dengan kualitas SDM yang bisa mengikuti," tuturnya saat me-launching Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jatim.

Disisi lain, BRIDA Jatim juga diharapkan bisa memberikan penguatan penelitian di sektor pangan. Mengingat, Jatim sebagai provinsi dengan produksi padi tertinggi yang juga Lumbung Pangan nasional.

Selain itu, di sisi peternakan keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang sukses menjadi rujukan nasional dan internasional yang harus dipertimbangkan.

"BRIDAmemiliki tugas untuk me-research apayang dibutuhkan dan berdampak pada tingkat kemanfaatan yang bisa dirasakan masyarakat luas. Tidak hanya bagi masyarakat Jatim, tapi juga bagi nasionalsecara umum," pesannya.

Lebih jauh disampaikan Khofifah, walaupun Jatim tercatat masih aman dalam stok pangan, masih terdapat PR yang harus diselesaikan. Yakni penguatan hasil produksi dan kualitas padi Jatim yang diharapkan bisa terus ditingkatkan.

"Pangan adalah problem dunia, saya harap tidak menjadi problem di Indonesia. Inilah kenapa saya harap sektor pangan bisa dilakukan penguatan," pungkasnya.

Sebagai informasi, proses transformasi Balitbang menjadi BRIDA ini sendiri sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jatim nomor 13 tahun 2022 tentang Perubahan Keempat atas Perda Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah yang kemudian ditindaklanjuti dengan Pergub Nomor 71 Tahun2023 tentang kedudukan, susunan organisasi, uraian tugas dan fungsi serta tatakerja badan.

Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden RI melalui Perpres Nomor78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Atas transformasi tersebut, Gubernur Khofifah menaruh harapan besar BRIDA Jatim bisa menjadi pusat sinkronasi berbagai data inovasi yang ada di Jatim.Utamanya sinkronasi dengan seluruh OPD Pemprov Jatim.

"Seluruh tim dari BRIDA diharapkan bisa memberikan referensi yang produktif kepada OPDyang lain. Kebutuhan akan Quick Research saat ini sangat penting. Karena tidak ada policy yang kita ambil secara imajiner, semua harus based on data," ungkap Khofifah.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jatim Andriyanto menyebutkan bahwa BRIDA Jatim merupakan transformasi dari Balitbang Jatim yang bertujuan membantu Gubernur dan Wakil Gubernur untuk membuat inovasi bermanfaat bagi masyarakat.

"Badan ini memembantu Gubernur dan Wagub Jatim untuk membuat inovasi yang kontribusinya bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur. Meskipun baru satu tahun bertransformasi telah membuat beberapa inovasi yang terbukti membantu dan meringankan pekerjaan masyarakat," ujarnya.

Andriyanto menekankan bahwa BRIDA Jatim akan terus berkomitmen untuk berinovasi melalui berbagai kegiatan riset bersama perguruan tinggi negeri dan swasta baik nasional maupun internasional.

"Kegiatan riset di Brida meripakan kolaborasi dengan PTN negeri dan swasta untuk memperkaya hasil riset. Komitmen ini akan kita jaga selalu untuk mensejahterakan Jawa Timur," terangnya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#industri manufaktur #pemprov jatim #BRIDA