SURABAYA - PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA), perusahaan produsen nonwoven terkemuka di Indonesia, telah melaksanakan Due Diligence Meeting dan Public Expose sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), Senin (18/12/2023).
Yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.
Direktur utama Perseroan Sasongko Basuki menyampaikan bahwa penawaran umum perdana saham ini akan mendukung pengembangan bisnis perusahaan.
"Perseroan akan terus berkomitmen menjadi perusahaan yang memberikan solusi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Sasongko juga menambahkan, rencananya seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari hasil penawaran umum perdana saham, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 40 persen akan dipergunakan Perseroan untuk pengembangan usaha. Sekitar 30 persen akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.
"Sementara sisanya sekitar 30 persen akan digunakan untuk pembayaran seluruh dan sebagian pinjaman bank," imbuh Sasongko Basuki.
Ia pun menegaskan, pihaknya antusias dalam melakukan IPO dan optimistis dalam pengembangan bisnis ke depan.
Terlebih melihat nilai ekonomi dari pasar nonwoven pada tahun 2023 yang diperkirakan mencapai USD 53,90 miliar.
Pihaknya meyakini bahwa dalam kurun waktu lima tahun ke depan akan mencapai USD 72,19 miliar, tumbuh pada CAGR sebesar 6,02 persen.
Sedangkan produk nonwoven yang diproduksinya memiliki standar yang tinggi dan bertaraf internasional, sehingga memungkinkan pihaknya untuk mendistribusikan produk ke pasar nasional dan mancanegara.
“Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi di regional Asia Tenggara dalam industri nonwoven. Peningkatan permintaan dari sektor medis dan kesehatan, otomotif dan konstruksi adalah pendorong utama pertumbuhan tersebut,” ujarnya.
Sasongko mengatakan, perusahan menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan dapat diperoleh pada tanggal 29 Desember 2023 dan masa penawaran umum akan dilangsungkan pada 3 – 8 Januari 2024.
"Kemudian, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada tanggal 10 Januari 2024," tandasnya. (sur/nur)
Editor : Nurista Purnamasari