SURABAYA - Untuk pembenahan pasar tradisional di kota Surabaya, Pemkot Surabaya menjanjikan sokongan modal.
Tapi dana itu tak kunjung turun hingga sekarang. Rencana Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) belum bisa berjalan.
Direktur Utama PDPS Agus Priyo Akhirono mengatakan, jumlah suntikan modal itu sebesar Rp 9 miliar. Rencananya dana itu cair akhir tahun ini. Sokongan dana segar itu rencananya untuk pembenahan besar-besaran pasar tradisional.
"Anggaran penataan pasar yang dibutuhkan PDPS cukup besar. Banyak pasar rakyat yang dikelola itu butuh renovasi," ujarnya, Minggu (17/12/2023).
Pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah mandiri. Agus mencari investor untuk mendanai itu. Langkahnya itu berjalan beberapa bulan terakhir.
"Kami berharap dukungan modal dari pemkot tetap turun, ya meski kita tahu, sudah hampir mendekati pergantian tahun. Terus terang kita butuh suntikan dana dan perhatian dari pemkot," ucapnya.
Agus mengungkapkan, perlu investor besar dalam mengembangkan pasar. Salah satunya adalah di Pasar Tunjungan. Karena keterbatasan modal, rencana pewujudan itu tak kunjung terealisasi. "Bagus, karena lokasinya strategis dan berpeluang besar dikembangkan," jelasnya.
Pihaknya pun sudah melakukan komunikasi dengan pemilik tenant Pasar Tunjungan. Khususnya bersama anak muda yang membuka usaha makanan dan minuman. Mereka sepakat harus ada perbaikan. "Kalau untuk revitalisasi masih belum," terangnya.
Sementara itu, suntikan modal dari pemkot dialokasikan untuk penanganan beberapa pasar. Antara lain, Pasar Kembang, Pasar Pabean Cantian, dan Pasar Kendangsari. Untuk saat ini, perbaikan sementara sudah dilakukan PDPS di Pasar Kembang.
"Membuat atap pedagang di lokasi bekas kebakaran. Sudah kami buatkan atap, tapi sifatnya masih sementara," jelas Agus.
Dia menyebutkan, Pasar Kembang menjadi salah satu pasar yang serius diperbaiki. Apalagi, pasca kebakaran beberapa tahun lalu, tempat itu belum tersentuh renovasi. Banyak pedagang yang komplain. "Terutama penjual kue yang berada di lantai atas," imbuhnya. (hil/nur)
Editor : Nurista Purnamasari