Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tertekan Daya Beli, Siantar Top Prediksi Penjualan Tahun Ini Turun 3 Persen

Moh. Afik • Sabtu, 16 Desember 2023 | 01:24 WIB
2024 OPTIMISTIS TUMBUH: Dirut PT Siantar Top Armin (kiri) bersama Direktur STTP Suwanto menunjukkan beberapa produk unggulan Siantar Top yang dipasarkan di dalam dan luar negeri.
2024 OPTIMISTIS TUMBUH: Dirut PT Siantar Top Armin (kiri) bersama Direktur STTP Suwanto menunjukkan beberapa produk unggulan Siantar Top yang dipasarkan di dalam dan luar negeri.

SURABAYA - Situasi ekonomi global dan domestik yang tidak menentu membuat industri makanan ringan (snack) terpaksa menurunkan targetnya.

Salah satunya PT Siantar Top Tbk yang memperkirakan penjualan tahun ini turun 3 persen dari tahun lalu karena daya beli menurun.

Direktur Utama PT Siantar Top Tbk Armin menjelaskan, sebenarnya kondisi market hingga kuartal ketiga masih bagus. Penjualan hingga September 2023 sebesar Rp 3,62 triliun atau tumbuh 1,34 persen dari tahun lalu periode yang sama senilai Rp 3,57 triliun.

Penjualan tersebut juga berimbas pada perolehan laba bersih perseroan. Hingga 30 September 2023, emiten dengan kode perdagangan STTP ini membukukan laba bersih Rp 686 miliar. Jumlah itu naik 63,49 persen dari periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 266 miliar.

“Namun memasuki kuartal ke-4 tahun 2023, kondisi pasar lesu. Penjualan sepi baik di pasar domestik maupun global. Daya beli menurun. Nggak tahu uangnya kemana. Sampai akhir tahun nanti kami prediksikan penjualan turun 3 persen,” kata Armin, Jumat (15/12).

Sementara itu, Direktur STTP Suwanto menambahkan, pihaknya tetap optimistis tahun depan kondisi pasar akan membaik. Untuk itu pihaknya akan memperkuat jaringan distribusi di pasar domestik dan global. Hal ini dimaksudkan agar semakin cepat menjangkau customer.

Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat pasar ekspor. Selama ini produk STTP telah beredar luas di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah. Namun ke depan pihaknya akan memperluas jaringan di Kanada dan sekitarnya. Bahkan juga rencananya masuk ke pasar Amerika.

“Produk kami sudah beredar luas di Korea Selatan. Bahkan beberapa kali masuk drakor (drama korea). Tahun depan pasar ekspor akan kami perluas sehingga kontribusi ekspor yang saat ini 16 persen dari total penjualan, tahun depan bisa naik lagi,” ujar Suwanto.

Pihaknya juga akan memperkut jalur distribusi di pasar domestik. Sehingga produk perseroan baik noddle, snack maupun candy akan semakin mudah dijangkau konsumen. Dan imbasnya secara total penjualan tahun 2024 bisa tumbuh double digit. “Kami optimistis tahun 2024 penjualan akan tumbuh double digit meskipun ada pemilu,” katanya.

Soal belanja modal, Armin mengatakan, tahun ini akan menggunakan belanja modal (Capex) Rp 50 miliar dari Rp 500 miliar yang disiapkan. Sisa dana belanja modal akan digunakan untuk tahun 2024. Selain memperkuat produksi dan jalur distribusi juga untuk menyiapkan rencana bangun pabrik di luar negeri.

“Tahun depan belanja modal kami siapkan Rp 500-550 miliar. Selain untuk dividen juga untuk membangun pabrik di luar negeri. Tapi belum bisa kami jelaskan sekarang . Nanti saja,” pungkas Armin. (fix/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#penjualan #siantar top #daya beli