SURABAYA – Badan Pusat Statistik Jawa timur (BPS Jatim) mencatat nilai total ekspor November 2023 mencapai USD 2,11 miliar. Nilai tersebut naik 0,73 persen dibanding Oktober 2023.
“Nilai ekspor non migas Jatim pada November 2023 mencapai USD 2,02 miliar. Yakni naik 1,36 persen dibanding Oktober 2023,” ujar Kepala BPS Jatim Zulkipli, Jumat (15/15).
Zulkipli menambahkan, udang merupakan salah satu komoditi ekspor unggulan Jatim. “Pada tahun-tahun berikutnya perlu dilakukan langkah antisipasi agar komoditi udang tetap menjadi komoditi unggulan terkait adanya tuduhan dumping dan praktik subsidi di pasar Amerika Serikat,” katanya.
Lebih lanjut Zulkipli mengatakan, nilai total impor November 2023 mencapai USD 2,70 miliar, yakni 19,17 persen dibanding Oktober 2023. Menurutnya nilai impor beras November 2023 tetap tinggi meskipun tidak sebesar bulan Oktober 2023.
“Stok beras impor ini digunakan Bulog untuk memenuhi kebutuhan beras di daerah defisit beras di Jatim dan wilayah timur Indonesia lainnya,” katanya.
Ia juga mengatakan, impor gula pada bulan November dipengaruhi oleh produksi gula nasional pada tahun ini yang diperkirakan turun akibat dampak El Nino.
“Pemerintah sebenarnya sudah mengantisipasinya dengan penugasan impor gula konsumsi dan mentah sebanyak 1,01 juta ton tahun ini kepada 16 perusahaan milik negara dan swasta,” jelasnya.
Menurutnya nilai impor non migas November 2023 mencapai USD 1,95 miliar. Yakni 4,14 persen dibanding Oktober 2023. Kemudian November 2023 neraca perdagangan Jatim defisit USD 0,59 miliar.
“Selain itu selama Januari hingga Oktober 2023 neraca perdagangan Jatim defisit USD 6,54 miliar,”pungkasnya.
Sementara untuk pangsa ekspor nonmigas menurut negara utama di bulan November 2023 yakni, Swiss sebesar USD 0,36 miliar, Tiongkok sebesar USD 0,28 miliar, Amerika Serikat sebesar USD 0,25 miliar, dan Jepang sebesar USD 0,17 miliar.
Untuk di ASEAN sendiri pangsa ekspor Jatim selama November 2023 sebesar USD 0,32 miliar atau berkontribusi sekitar 15,94 persen. Sedangkan Uni Eropa sebesar USD 0,11 miliar atau berkontribusi 5,60 persen dari total ekspor Jatim. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari