Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kuasai Tokopedia, TikTok Harus Beli Saham Baru Senilai Rp 13,18 Triliun

Nurista Purnamasari • Jumat, 15 Desember 2023 | 02:32 WIB
DITARGET SELESAI MARET 2024: Tokopedia akan menerbitkan 28.198.745 saham baru yang akan dibeli oleh TikTok dengan nilai mencapai USD 840 juta atau Rp 13,18 triliun.
DITARGET SELESAI MARET 2024: Tokopedia akan menerbitkan 28.198.745 saham baru yang akan dibeli oleh TikTok dengan nilai mencapai USD 840 juta atau Rp 13,18 triliun.

JAKARTA – Upaya TikTok Pte. Ltd. untuk masuk bisnis e-commerce di Indonesia tak main-main. Cara yang dilakukan TikTok adalah dengan membeli saham baru yang akan ditebitkan PT Tokopedia unit usaha PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

28.198.745 saham baru akan diterbitkan PT Tokopedia. Saham baru itu yang akan diambil oleh TikTok atau anak perusahaannya untuk mengambil bagian atas saham Tokopedia.

Menurut Sekretaris Perusahaan GoTo Koesoemohadiani, penerbitan saham baru oleh Tokopedia itu mewakili 75,01 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor Tokopedia.

"TikTok harus membayar USD 840 juta atau setara dengan Rp 13,18 triliun kepada Tokopedia untuk dapat mengambil bagian atas saham baru itu," jelas Diani, sapaan akrabnya, Kamis (14/12).

Jika dihitung secara kasar, TikTok harus membayarkan sekitar Rp 345.246 untuk setiap saham baru Tokopedia. Ini lebih tinggi dibanding harga Initial Public Offering (IPO) GOTO di Rp 338 per saham.

Diani menuturkan, transaksi pengambil bagian oleh TikTok ini diharapkan selesai pada kuartal I-2024 atau paling lambat 31 Maret 2024.

Setelah rencana investasi ini diselesaikan oleh TikTok, maka kepemilikan GOTO di Tokopedia hanya 24,99 persen. Namun Diani memastikan porsi tersebut akan tetap dipertahankan.

"Kami telah sepakat kepemilikan GOTO di Tokopedia tidak akan terdilusi lebih lanjut dikarenakan pendanaan masa depan oleh TikTok," tandasnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menjelaskan alasan TikTok Shop yang masih bisa melakukan penjualan di media sosial.

Menurut Zulhas, TikTok shop yang baru saja beroperasi kembali ini tidak melakukan transaksi di media sosialnya, melainkan bertransaksi langsung kepada Tokopedia sebagai partner TikTok Shop.

"Ya sama kaya WhatsApp mereka bisa mengiklankan Alfamart tapi transaksinya kan langsung ke Alfamart lewat rekeningnya, tapi platformnya di WhatsApp," kata Zulhas di Jakarta, Kamis (14/12).

Alasan lainnya yaitu, agar usaha UMKM lokal masih bisa ikut on boarding di TikTok. Terlebih pada saat TikTok Shop tutup banyak juga UMKM lokal yang merasa dirugikan.

Akan tetapi Zulhas menegaskan bahwa aktivitas TikTok Shop ini akan terus dimonitor. Pihaknya akan melakukan audit setelah empat bulan uji coba merger dengan Tokopedia. (bis/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tiktok #Beli saham #tokopedia