Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Iklim Investasi Jatim Sehat, Optimistis Berkontribusi ke Nasional

Mus Purmadani • Sabtu, 9 Desember 2023 | 15:30 WIB
KUNCI UTAMA PERTUMBUHAN: Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE Gresik menjadi salah satu andalan Pemprov Jatim dalam mendorong investasi.
KUNCI UTAMA PERTUMBUHAN: Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE Gresik menjadi salah satu andalan Pemprov Jatim dalam mendorong investasi.

SURABAYA – Iklim investasi di Jawa Timur (Jatim) terbilang relatif sehat dan tetap optimistis. Jatim juga cukup yakin berkontribusi besar dalam mencapai target investasi secara nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menuturkan, realisasi investasi Jatim sendiri meningkat pada triwulan III 2023 sebesar 25,1 persen (q to q), jauh diatas nasional yang tumbuh 7,0 persen (q to q).

“Untuk realisasi Penanaman Modal Asing (PMA), pada triwulan yang sama Jawa Timur meningkat sebesar 7,3 persen dengan share 41,6 persen,” tuturnya saat mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2023 Investasi Berkeadilan dan Berkelanjutan di Balai Kartini-Exhibition and Convention Center, Jakarta, Kamis (7/12).

Hilirisasi di Jatim, sebut Adhy, ada pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik. Yang mana, di dalamnya terdapat fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga ke katoda tembaga milik PT Freeport Indonesia (PTFI) serta pabrik foil tembaga milik PT Hailiang Nova Material Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jatim Dyah Wahyu Ermawati mengatakan bahwa Rakornas ini sangat penting.

Pasalnya, selain untuk mencari solusi jangka panjang terhadap berbagai permasalahan, para petinggi termasuk di dalamnya Presiden RI juga sangat menunjukkan apresiasi terhadap kinerja DPMPTSP provinsi maupun kabupaten/kota.

"Di sini Pak Presiden sangat menghargai peran DPMPTSP sebagai tulang punggung yang meningkatkan pendapatan daerah. Meskipun secara tidak langsung tapi berimbas pada peningkatan perekonomian karena ada multiplier effect," katanya.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa investasi merupakan salah satu kunci utama pertumbuhan negara. Sebab, investasi meningkatkan penerimaan negara.

"Tapi investasinya harus berkualitas. Ciri-ciri investasi berkualitas adalah penyebarannya lebih besar di luar pulau Jawa agar tidak Jawasentris. Alhamdulillah sekarang Indonesia memang investasi luar Jawa-nya lebih besar daripada di Jawa," katanya.

Hal itu terlihat dari data realisasi investasi Indonesia mulai Januari hingga September 2023. Yang mana, angka investasi luar Jawa mencapai Rp 545,82 triliun atau 51,8 persen dari total keseluruhan investasi. Sedangkan investasi dalam Jawa terhitung Rp 507,27 triliun atau 48,2 persen.

Jokowi kemudian menjelaskan, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2024 mencapai 5,1 hingga 5,7 persen. Di mana, target realisasi investasi mencapai Rp 1.650 triliun. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#berkontribusi #jawa timur #iklim investasi