Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Subsidi Ongkos Angkut Bisa Tekan Kenaikan Harga Cabai

Hildan Sepka • Rabu, 6 Desember 2023 | 17:53 WIB
STABILISASI: Cabai menjadi salah satu komoditas yang harus diwaspadai dan distabilkan harganya agar tak memicu inflasi.
STABILISASI: Cabai menjadi salah satu komoditas yang harus diwaspadai dan distabilkan harganya agar tak memicu inflasi.

SURABAYA- Menjelang momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) biasanya harga bahan kebutuhan pokok mengalami lonjakan. Untuk di Surabaya sendiri harga bahan-bahan pokok cukup stabil di Surabaya, kecuali cabai dan gula.

Untuk mengatasi harga cabai yang terus melonjak di pasar Surabaya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memberi masukan untuk memberikan bantuan atau subsidi ongkos angkut.

“Harga-harga stabil semua, sebagaimana teman-teman ketahui. Telur, beras, stabil, enggak naik lagi tapi belum turun ya. Tapi harga cabai menjadi mahal jelang Nataru," terangnya, Selasa (14/12).

Zulhas memastikan tidak akan ada lonjakan harga bahan pokok lainnya. Khusus cabai, Kemendag masih berupaya menstabilkan harga. Sebab, harga cabai melambung disebabkan ongkos kirim yang mahal jelang Nataru.

“Saya minta pemerintah daerah bisa bantu subsidi ongkos transportasinya dari dana yang tidak terduga, ini supaya harga segera turun,” tegasnya.

Dia meminta kebijakan itu segera dilakukan. Sebab menurutnya momen menjelang Nataru cukup krusial. Jika tidak segera diatasi, Zulhas khawatir harganya terus meroket. "Dampaknya pada tingkat inflasi daerah," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya Dewi Soeriyawati memastikan, harga bahan kebutuhan pokok aman. Sebab pemkot terus berupaya menekan inflasi. Kebijakan terbaru yang sudah berjalan adalah warung TPID.

"Rencananya pemkot juga segera menerapkan subsidi transportasi. Tapi untuk sementara dengan warung TPID kita berupaya untuk memonitor harga beras dan gula agar tidak terjadi lonjakan," jelas Dewi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Doddy Zulverdi mengatakan, kenaikan harga gula dan cabai perlu diwaspadai. Sebab, kedua komoditas itu termasuk dalam sektor pangan yang cukup sering menjadi kontributor dalam inflasi. Persoalannya cukup kompleks dari hulu sampai hilir.

“Masalah komoditas gula ini cukup kompleks, baik gula konsumsi maupun gula industri. Apalagi, produksi gula dalam negeri dari sisi hulu atau tanaman tebu dan di pabrik juga terbatas. Sehingga masih bergantung impor," imbuhnya. (hil/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#naik #subsidi ongkos angkut #harga cabai