Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Induk Perusahaan TikTok Jalin Kesepakatan dengan GOTO, TikTok Shop Bakal Kembali Buka?

Nurista Purnamasari • Selasa, 5 Desember 2023 | 23:57 WIB
BAKAL SEGERA DIUMUMKAN: ByteDance, induk perusahaan TikTok akhirnya sepakat untuk bekerja sama dengan Tokopedia milik GOTO di beberapa area.
BAKAL SEGERA DIUMUMKAN: ByteDance, induk perusahaan TikTok akhirnya sepakat untuk bekerja sama dengan Tokopedia milik GOTO di beberapa area.

JAKARTA - Induk perusahaan TikTok, ByteDance Ltd., dikabarkan menjalin kesepakatan kerja sama secara luas dengan PT Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Mengutip Bloomberg, Selasa (4/12), ByteDance akhirnya sepakat untuk bekerja sama dengan Tokopedia milik GOTO di beberapa area, ketimbang bersaing langsung dengan platform e-commerce tersebut.

Investasi ByteDance di GOTO akan menjadi pelopor untuk e-commerce luar negeri di negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara tersebut.

"TikTok dan Tokopedia berencana untuk mengumumkan rincian kerja sama tersebut secepatnya pada minggu depan," ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Bloomberg.

Sumber Bloomberg juga menambahkan bahwa kesepakatan antara TikTok Shop dan Tokopedia masih perlu mendapatkan persetujuan regulasi dan masih berpotensi mengalami kegagalan.
Meskipun kedua perusahaan telah mencapai kesepakatan informal, rincian akhir dari aliansi tersebut masih dalam tahap pembahasan sehingga dapat berubah sebelum akhirnya diumumkan secara resmi.

Investasi di Tokopedia dapat menjadi yang pertama bagi anak perusahaan ByteDance tersebut. Kinerja TikTok Shop sebelumnya tumbuh pesat sejak awal tahun hingga beberapa bulan silam.
Namun, perkembangan TikTok Shop di Indonesia melawan Sea Ltd. dan Tokopedia terhenti ketika keluhan dari pedagang lokal muncul. Kini, kerja sama dengan pihak lokal dapat menjadi model bagi TikTok dapat melakukan ekspansi di pasar lain seperti Malaysia, yang pemerintahannya telah mengisyaratkan kesediaan untuk meninjau kembali pengaruh pemain luar negeri seperti TikTok.

Bulan lalu, TikTok dan GOTO dikabarkan tengan mendiskusikan potensi investasi. Namun, opsi lainnya adalah usaha patungan (joint venture) . Hal tersebut mencakup pembangunan platform e-commerce baru.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan belum menerima surat pengajuan terkait izin e-commerce dari media sosial TikTok. "Saya belum mendapatkan, belum saya lihat ada pengajuannya," ujar Bahlil, Senin (4/12).

Menurut Bahlil, biasanya stafnya yang mengetahui terkait pengajuan izin ini, sementara dirinya hanya melakukan persetujuan terkait perizinan tersebut. Oleh karena itu, Bahlil mengaku tidak mengetahui progres dari pengajuan izin tersebut.

Staf Khusus Kementerian Investasi/BPKM Pradana Indraputra mengatakan, pihaknya belum memproses permohonan resmi TikTok. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh adanya wacana TikTok untuk merger dengan platform online lainnya. "Namun, yang kami ketahui, permohonan resmi terkait hal ini belum terproses ya," ujar Pradana.

Lebih lanjut, Pradana mengatakan, saat ini TikTok juga sedang melakukan komunikasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan sejumlah kementerian lainnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyatakan bahwa TikTok sedang mengurus perizinan e-commerce di Kementerian Perdagangan. Jerry bahkan menyebut bahwa TikTok belum memiliki izin dan sedang dalam proses pengurusan izin. (bis/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kerja sama #tiktok shop #kembali buka #GoTo