Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Hadapi Tantangan Ekonomi Global, Jatim Dorong Tiga Sektor Unggulan

Mus Purmadani • Selasa, 5 Desember 2023 | 14:28 WIB
DIOPTIMALKAN: Pertanian menjadi salah satu sektor unggulan Jatim yang didorong untuk menggenjot perekonomian menghadapi tantangan global.
DIOPTIMALKAN: Pertanian menjadi salah satu sektor unggulan Jatim yang didorong untuk menggenjot perekonomian menghadapi tantangan global.

SURABAYA - Untuk menggairahkan perekonomian Jawa Timur (Jatim) pada tahun depan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, Pemerintah Provinsi Jatim menyiapkan berbagai formula. Yakni dengan mendorong tiga sektor unggulan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, tantangan tahun depan memang semakin kompleks, dari dampak perang di Gaza, perlambatan ekonomi di Amerika Serikat hingga krisis properti di China.

"Untuk menghadapi tantangan itu, yang bisa kita lakukan adalah dengan menggairahkan sejumlah sektor unggulan agar menjaga perekonomian Jatim," katanya, Senin (4/12).

Emil menyebut, tiga sektor unggulan yang harus didorong penyerapan tenaga kerjanya yakni sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan yang merupakan pengerek pertama.

Baca juga: Tahun Depan, Ekonomi Jatim Diprediksi Tetap Tangguh

Data per Agustus mencatat, sektor pertanian ini menyumbang 31,49 persen tenaga kerjanya, tenaga kerja industri pengolahan 15,20 persen, dan perdagangan 19,10 persen.

“Kita masih punya PR bagaimana menjadikan industri manufaktur bisa growth lebih baik dari saat ini yang tumbuh 4,07 persen (kuartal III/2023). Kemudian sektor akomodasi dan makan minum yang menunjukkan gairah sektor pariwista ini juga menjadi pengerek pertumbuhan ekonomi Jatim,” jelasnya.

Di tahun depan, lanjut Emil, Jatim akan melanjutkan sejumlah program yang mendukung sektor lokomotif tersebut. Untuk sektor industri dan perdagangan, Jatim akan menggenjot kinerja ekspor melalui kerja sama antar daerah, promosi misi dagang dalam dan luar negeri, serta program standarisasi dan desain produk (sertifikasi halal, SNI, dan lainnya), hingga operasi pasar bahan kebutuhan pokok.

“Dalam tranformasi pariwisata, kami terus mengembangkan Desa Wisata, serta pengembangan platform digital pariwisata dengan penguatan 3A, yakni atraksi, amenitis dan aksesbilitas. Sebagai contoh ada desa wisata yang pemegang sahamnya adalah warga sendiri, dan sekarang sudah bisa Break Even Point (BEP),” ujarnya.

Baca juga: Jadi Tulang Punggung Ekonomi Jatim, Penyaluran Kredit UMKM Tumbuh 8,52 Persen

Emil menambahkan, pada sektor pertanian, Jatim juga melanjutkan optimalisasi agro melalui program petik olah kemas jual, pengembangan perhutanan sosial, peningkatan budi daya perikanan, serta inseminasi buatan sejuta lebih anak sapi.

Deputi Kepala Bank Indonesia-Jatim, Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, momentum peluang ekonomi di Jatim pada 2024 masih terbuka tetapi tetap harus mewaspadai sejumlah tantangan baik global maupun domestik

“Walaupun ekonomi Jatim tahun ini termoderasi dengan proyeksi tumbuh 4,6 persen - 5,4 persen karena faktor global yang mempengaruhi domestik, tetapi tahun depan kami optimistis kinerja ekonomi Jatim 2024 akan semakin menguat dengan tingkat inflasi yang terjada di sasaran plus minus 2,5 persen -1 persen,” katanya. (mus/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#jawa timur #sektor unggulan #ekonomi global