SURABAYA – Meski saat ini kondisi geopolitik dan ekonomi global masih bergejolak, akan tetapi perekonomian Jawa Timur (Jatim) masih menunjukkan ketahanan dan prospek yang baik. Didorong oleh beberapa faktor, ekonomi Jatim tetap resilience-nya (tangguh).
Di tahun depan atau 2024, perekonomian Jatim diperkirakan tetap kuat berada kisaran 4,7 persen – 5,5 persen (year-on-year/yoy). Bank Indonesia Provinsi Jatim mengungkapkan, tangguhnya ekonomi Jatim didorong oleh penguatan permintaan domestik seiring pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak.
Baca juga: Jadi Tulang Punggung Ekonomi Jatim, Penyaluran Kredit UMKM Tumbuh 8,52 Persen
"Hal tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi, baik Rumah Tangga (RT) termasuk konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT)," ujar Deputi Kepala Bank Indonesia - Jatim Rizki Ernadi Wimanda, Minggu (3/12).
Rizki menuturkan, tumbuh kuatnya ekonomi Jatim turut diiringi tingkat inflasi 2024 yang meningkat. Namun diperkirakan tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5 persen. Inflasi kelompok pangan diprakirakan relatif terkendali didukung cuaca yang kondusif dibandingkan tahun 2023.
"Koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah Pusat dan Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), berkontribusi kuat dalam pengendalian inflasi," katanya.
Menurutnya, kredit diprakirakan tumbuh pada kisaran 10-12 persen (yoy) yang didukung oleh Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang berlaku sejak 1 Oktober 2023 untuk mendorong intermediasi yang seimbang (pro growth) melalui peningkatan likuiditas perbankan. "Sinergi dan inovasi merupakan kunci dari prospek kinerja ekonomi Jatim pada tahun 2024 yang akan melanjutkan ketahanan dan kebangkitan ekonomi," katanya.
Baca juga: Penumpang Angkutan Udara Saat Natal dan Tahun Baru Diperkirakan Capai 4 Juta Orang
Sementara itu, Guru Besar STIE Perbanas Surabaya Abdul Mongid mengatakan, ekonomi Jatim merupakan ekonomi yang relatif self sufficient dan memiliki tingkat resiliency yang tinggi. Menurutnya Ekonomi Jatim paling sustainable dibandingkan provinsi lain.
"Ekonomi Jatim merupakan contoh yang harus dikembangkan. Artinya struktur ekonomi Jatim sudah bagus tapi harus mengembangkan industrialisasi," katanya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari