SURABAYA – Harga tomat sejak sepekan terakhir terus mengalami peningkatan. Di sejumlah pasar di Surabaya harga komoditas ini mencapai Rp 25.000 per kilogram (kg).
“Kenaikan harga tomat di tingkat konsumen terjadi mulai minggu ketiga Desember 2023 hingga minggu ketiga Januari 2024. Dengan kisaran harga Rp 10.000 sampai dengan Rp 17.000 per kilogram,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Dydik Rudy Prasetya kepada Radar Surabaya, Rabu (17/1).
Rudy mengatakan, berdasarkan perkembangan data produksi dan harga di tingkat konsumen maka analisa kenaikan harga dipengaruhi penurunan produksi pada bulan Desember 2023 sebesar 12,3 persen dibanding bulan sebelumnya.
“Kondisi ini diakibatkan penurunan luas panen habis sekitar 28,3 persen serta masih adanya luas panen belum habis seluas 266 hektare,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Rudy, diperkirakan terjadi mundur tanam, yaitu terjadi kenaikan luas tanam pada bulan November 2023 sebesar 49,7 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kemudian juga diperkirakan panen pada bulan Januari dan Februari 2024. “Tak hanya itu, kualitas hasil panen yang tidak optimal juga jadi penyebab,” imbuhnya.
Menurutnya, perbandingan produksi tomat dari bulan ke bulan tahun 2023 mengalami penurunan.
Yakni mulai bulan Mei 2023 sampai dengan Desember 2023 sekitar 2 persen hingga 24 persen.
Untuk total produksi tomat selama 2023 mencapai 102.540 ton dengan luas tanam 4.384 hektare dan luas panen 4.213 hektare.
“Meskipun, produksi bulan ke bulan mengalami penurunan, namun produksi tahun 2023 masih meningkat dibanding tahun 2022 yang mencapai 102.099 ton dengan luas tanam 4.598 hektare dan luas panen 4.729 hektare,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkambangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga rata-rata Jawa Timur untuk komoditas tomat per Rabu (17/1) mencapai Rp 17.625 per kg.
Harga tertinggi di Kabupaten Gresik Rp 23.000 per kg. Sedangkan harga terendah di Kabupaten Tulungagung Rp 9.500 per kg.
Sedangkan di sejumlah pasar di Surabaya seperti Pasar Tambahrejo, harga komoditas ini mencapai Rp 20.000, Pasar Pucanganom Rp 15.000, Pasar Soponyono Rp 14.000. Sedangkan Pasar Wonokromo, Pasar Genteng dan Pasar Keputran Rp 10.000.
Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim Nanang Triatmoko mengatakan, turunnya harga tomat disebabkan oleh tanaman ini yang tidak bisa tumbuh. Hal ini disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu.
"Kemarau dan hujan yang tidak pasti, membuat tanaman tomat ini sulit tumbuh. Jangankan berbuah, tumbuh aja sulit. Kalaupun berbuah hanya dua ons," jelasnya.
Menurutnya, harga tomat di tingkat petani mencapai Rp 17.000 per kg untuk yang kualitas bagus. Sedangkan yang ukurannya agak kecil Rp 15.000 per kg. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari